Motto CIRO

“nemo”, dari “tiada” menjadi “ada”

nemo” bukan sekedar sebuah nama tokoh berkarakter ikan dalam film kartun Disney, melainkan sebuah kata dalam bahasa latin, yang menjadi pijakan awal bagi karya CIRO Pernik.. Sebab dari kata yang berarti “tiada”, CIRO Pernik memulai karyanya berawal dari “ketiadaan”..

“nemo” bukan sekedar bermakna “ketiadaan”, namun merupakan pusat makna dari adagium transaksional “nemo dat quod non habet”, yang berarti “tiada dapat memberi bila tiada memiliki”.. Sebuah prinsip pelepasan hak kepemilikan atas barang kepada pembeli, atau biasa disebut dengan aturan “barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan”..

“nemo” bukan sekedar suatu prinsip hukum dagang, namun merupakan sebuah sari-pati keindahan hidup yang tersembunyi di balik ego manusia.. Sebab sumber adagium “nemo dat quod non habet” berasal dari aksioma kausalitas “berikanlah maka akan mendapat, akan tetapi “bagaimana dapat memberi bila tak memiliki.?”.. Dan bagi CIRO Pernik, “bagaimana dapat memberikan yang terbaik bila tak memiliki cinta.?”..

“nemo” bukan sekedar ikan badut (Clownfish) yang berkeriapan di dasar samudera, namun selalu menjadi simbol dan slogan bagi karya CIRO Pernik, agar setiap persembahan CIRO Pernik selalu bermula dari dasar samudera hati yang terdalam, tempat dimana seluruh cinta pada kehidupan dipersatukan dalam damai..

Dan kini, “tiada yang dapat diberi bila tiada CIRO Pernik”..

~ nemo dat quod non habet ~

Aksi CIRO »

[ ↑ ]

Advertisements
%d bloggers like this: